Pages

Sabtu, 18 Februari 2012

Cara untuk melupakan mantan :)

Add caption

Tidak bisa melupakan mantan pacar (seseorang yang seharusnya telah berlalu dari hidupmu untuk saat ini) merupakan suatu hambatan yang bisa menjadi penghalang dalam hidupmu. Bagaimana caranya kamu bisa menjalani hidup yang lebih baik lagi kalau masa lalu masih di depan mata? Di bawah ini ada beberapa tips melupakan mantan pacar :



1. Yang Lalu Biarlah Berlalu
Pertama kamu harus sadar bahwa apa yang kamu alami adalah hal yang super normal. Sulit melupakan mantan pacar adalah hal yang biasa dialami oleh siapapun. Jangan takut mengakui perasaanmu, karena apa yang kamu rasakan bukan pamali.Bukan hal yang salah atau tabu.
Hampir semua orang pernah mengalami “susah melupakan mantan pacar”. Apalagi kalau kamu sudah pacaran cukup lama. Kenyataannya, kamu mungkin tidak akan pernah melupakan mantanmu, kecuali kalau tiba-tiba terjeduk tembok atau tertimpa atap tepat di kepala, dan gara-gara itu jadi mengidap amnesia. Jadi kuncinya adalah bukan untuk melupakan bahwa dia pernah ada dalam hidupmu, tapi untuk menerima bahwa dia telah menjadi masa lalumu, dan sekarang kamu harus terus berjalan untuk melalui saat ini, dan terus melaju masa depan, dengan atau tanpa dia. For better or for worse, si mantan pernah menjadi bagian dari hidupmu. Kenangan baik atau buruk, jadikan itu suatu pelajaran yang berarti.
2. Jangan berusaha untuk melupakannya.
Semakin kamu berusaha keras untuk melupakan sang mantan, ingatan
kamu akan dia malah akan menjadi semakin kuat. Jangan sampai kamu terobsesi dalam niatmu untuk melupakan mantan pacar, sampai-sampai kamu nekat memboikot semua teman, semua aktivitas, semua mal, semua restoran, semua bioskop, hanya karena takut hal-hal tersebut akan mengingatkan kamu akan dirinya. Seperti bayak orang bilang, waktu akan menyembuhkan segalanya.
Kalau alasanmu tidak bisa melupakan mantan pacar karena kamu merasa masih sayang sama dia, coba pikirkan baik-baik. Apa kamu memang benar-benar masih sayang sama mantanmu, atau jangan-jangan kamu hanya merasa kesepian? Banyak lho, yang melakukan kesalahan “jadian” lagi dengan mantan karena tidak tahan “sendirian”. Jangan menjadi salah satu korban kesepian seperti ini.
3. Diskusikan kembali.
Sebaliknya kalau memang benar masih sayang dengannya dan “putus”nya kalian merupakan suatu kesalahan, kamu bisa mencoba mendiskusikannya kembali dengan mantanmu. Apa kalian bisa mencoba untuk menjalani hubungan pacaran lagi? Untuk hal ini, ada baiknya kamu minta saran dari teman dekat atau orang tua. Orang yang melihat dari “luar” biasanya akan lebih obyektif. Kalau memang hubungan kalian sudah “tewas” dan tidak bisa diselamatkan lagi walaupun kamu masih mati-matian menyayangi dia, kamu hanya bisa merelakannya. Kadang kita memang tidak tahu apa yang kita punya sampai kita kehilangan hal itu. Untuk saat ini, sadari bahwa cinta sejati toh tidak harus memiliki. Klise, tapi betul banget!
Kalau kamu susah melupakannya karena dia telah memperlakukanmu dengan tidak baik, tunjukkan padanya, pada semua orang dan pada dunia, bahwa hidupmu menjadi lebih baik tanpa dia. Tunjukkan bahwa kamu adalah pribadi yang lebih baik darinya. Kamu harus bisa berbesar hati. Jangan lantas menyumpahi atau berdoa agar dia celaka. Jalani hidupmu sebaik mungkin, itu adalah balas dendam terbaik untuk cowok/cewek menyebalkan. Dan jangan lupa untuk bersyukur karena matamu telah
terbuka sebelum terlambat, sehingga kamu bisa lepas dari pengaruh buruknya lebih cepat.
4. Cari Kesibukan Yang Positif.
Dengan adanya kesibukan yang positif, maka tubuh dan otak kamu dipaksa untuk fokus ke tempat lain, otomatis kamu tidak akan punya banyak waktu untuk memikirkan mantan pacarmu. Jangan lupa singkirkan benda-benda yang mengingatkanmu pada mantan pacar kamu, seperti foto-foto atau boneka pemberiannya. Tidak perlu dibakar atau dicabik-cabik, cukup singkirkan saja supaya tidak mudah terlihat (kecuali kamu memang perlu untuk melepas emosi, yah sah-sah saja).
Susah melupakan mantan pacar adalah hal yang lumrah. Jadi, jangan merasa malu atau merasa dirimu aneh. Sekarang kamu sudah tahu cara mengatasinya. Jalani hidupmu, dengan teman-temanmu dan berbagai aktivitas yang kamu miliki. Kalau kamu merasa masih tidak sanggup menghadapi mantanmu, jangan paksakan diri untuk bertemu dengannya. Sebaliknya, jangan sampai kamu korbankan aktivitas favoritmu, hanya karena dia sama-sama tercatat sebagai anggota klubmu. Cobalah untuk bersikap dewasa karena ada banyak sekali kesempatan atau peluang besar di luar sana yang mampu membuat hidup kamu lebih bermakna. (Sumber : Majalah Kosmopolitan).
Yehezkiel 28:14-19







nahhh... silahkan mencoba semoga anda bisa melupakan nya :D



Senin, 06 Februari 2012

Penyebab Galau

Akhir-akhir ini saya banyak mendapati teman saya yang hatinya tuh sedang gundah gulana, sedih gak bersemangat,  bingung, atau bahasa anak jaman sekarang tuh Galau. Entah itu Galau karena masalah sekolah, pacar, sahabat, atau yg lain. Sebenarnya penyebab Galau tuh apaan sih? 

O iya, sebelumnya kalian mengetahui penyebab galau itu apa. sebenernya kamu sudah tau belum sih yang dimakasud dengan galau itub apa ? adakah yang tau ? 
Sebenarnya Galau itu memiliki banyak definisi, tapi lebih tepatnya Galau itu adalah suatu keadaan dimana kita sedang memikirkan suatu masalah secara berlebihan, bingung apa yang harus kita lakukan dengan masalah itu, hingga menimbulkan efek emosi yang labil, pikiran pusing, bahkan mendadak insomnia serta terkadang melamun dengan wajah sedih.

Perasaan Galau kadang datang tiba-tiba, mungkin karena suatu masalah yang menimpa kita juga selalu datang tiba-tiba. Misalnya, seorangsiswa galau karena mendapat hasil nilai yang jelek, seorang cewek dan cowok yang galau karena putus cinta, mmm... tapi rata rata sih yang lebih banyak galau nya itu cewek bukan cowok, mungkin gara gara cewek itu lebih identik dengan perasaan kali yaaa ... ntah lahhh .... saya juga bingung . hehe
ada juga yang galau gara gara salah paham dengan sahabatnya , hingga meninbulkan konflik yang menjadi awal nya kejadian berantem. lalu, galau deh ... 
yaaa... begitulah kehidupan sekarang semua selalu dipersulit . hihi
nah.. berikut penyebab timbulnya perasaan galau disebabkan karena beberapa faktor, diantaranya:
1.Social media
Sosial media memiliki pengaruh penting yang menyebabkan seseorang menjadi Galau, entah itu karena facebook, twitter, atau social media lainnya. Misalnya kamu lagi punya masalah kecil dan gak kamu pikirin, ketika itu kamu melihat status teman-teman kamu di fb atau twitter yang lagi Galau, padahal masalah mereka tuh gak seberapa dibanding masalah yang sedang kamu hadapi, otomatis kamu merasa bahwa masalah kamu sangat lah besar, hingga kamu semakin memikirkan masalah itu, sampai kamu menjadi galau. dan terkadang kamu juga sering mengikuti status yang ter update di zaman ini yaitu galau.mungkin karena kita juga pengen axis kali yee... hehe
2.Kurang teman
Kamu yang lagi punya banyak masalah, tapi bingung mau cerita atau curhat ke siapa, karena kamu kurang memiliki banyak teman atau gak punya teman dekat yang bisa diajak curhat. Dari sini lah perasaan Galau itu mulai muncul karena masalah yang sedang kita hadapi cuman bisa kita pendam dalam hati. Apalagi bila hal itu berlangsung terlampau lama, perasaan Galau itu bisa berubah menjadi musibah, yaitu menyebabkan kita sakit.
3.Jarang Ibadah
Kita hidup didunia ini pastinya meyakini adanya Tuhan. Semua kehidupan di dunia ini sudah diatur sama yang Diatas, termasuk masalah yang sedang kita hadapi. Karena nya ketika kita lagi punya masalah, baik nya jangan cuma bisa mengeluh, mengeluh dan mengeluh pada orang lain, tapi laporkan masalah kita itu kepada Tuhan. Beribadah dan berdoa memohon petunjuk Nya dan meminta supaya masalah kita itu segera berakhir dan ada jalan keluar yang terbaik bagi kita dan orang lain. Bila kita jarang ibadah dan sering melukan Dia, maka perasaan Galau itu akan semakin nyata.
4.Tayangan media
Hampir tiap hari kita disuguhkan dengan tayangan-tayangan di televisi yang berisi tentang masalah-masalah kehidupan manusia, entah itu nyata (berita) atau cuman rekayasa (sinetron). Ambil contoh saja sinetron, yang sering bercerita tentang masalah cinta, rebutan harta, atau seorang anak yang tertukar. Sehingga karena kita terlalu sering melihat tayangan-tayangan seperti itu, pada akhirnya mental kita ikut terbawa seperti sinetron yang cengeng, mudah emosi, atau mudah berperasangka buruk sama orang lain. Efek dari itu semua yang menyebabkan mental kita menjadi lemah ketika suatu masalah menimpa kita, mudah menyerah, dan gampang emosi. Pada akhirnya perasaan Galau itu akan menghinggapi kita. 

Sebenarnya masih banyak faktor-faktor lain yang menyebabkan kita menjadi Galau, tapi intinya kita jangan terlalu memikirkan terlalu berlebihan tentang masalah yang sedang kita hadapi, karena itu akan menambah parah rasa Galau itu.

nah .... penyebab galau di atas dikutip dari link ini :)
Source: http://www.zona-remaja.com/2011/10/penyebab-perasaan-galau.html#ixzz1laKlwCMm

Minggu, 05 Februari 2012

surat untuk ibu

surat cita untuk mama :)

oleh Citra Sumarni Al-Faldiyansyah pada 4 September 2011 pukul 22:22
Surat untuk mu ibu tersayang

Bismillahirrohmanirrohim ... :)

Ibu….
Melalui sehelai kertas ini ku memohon maaf mu..
Atas segala dosa yang telah ku lakukan padamu
Atas segala ucapan hina yang pernah aku ucapkan kpada mu
Maafkan aku ibuu..

Ibuu …
Melalui sehelai kertas putih ini..aku ucapkan terimakasih
Terimakasihku dari lubuk hatiku yang paling dalam ..
Atas segala senyum mu yang telah engkau berikan
Atas segala keikhlasan mu dalam menjagaku..
Atas segala jasa mu yang tidak dapat terbalaskan olehku..

Ibuu..
Sunguuh ku tiada guna tanpa hadir mu
Sungguh ku tak bernyawa tanpa hidup mu..

Sesungguhnya …
Kehidupanku tergantung pada ridho mu
Kematian ku pada maaf dan keikhlasan mu
Dan kebahagiaanku terikat pada restu mu..

Ibuu.. engkaulah wanita yang ku cinta selama hidupku..
Disepanjang nafasku hanyalah engkau ibu..

Engkau lah wanita yang paling mulia …
Sesungguhnya Ridho Allah bergantung pada Ridhomu
Dan surga Allah berada di telapak kaki mu..

Disetiap aku berdoa..
Aku selalu meminta agar Allah selalu menjaga mu..
Aku memohon kepada nya agar ia tidak mengambilmu dari hidupku..
Meskipun nanti ia akan mengambil mu..
Aku selalu memohon kpadanya untuk mengambil nyawa aku terlebih dulu..
Karena aku tak sanggup disini tanpa mu ibuu…

Mungkin sampaikapan pun aku tidak bisa membalas jasa mu…
Namun aku akan selalu berusaha untuk membuat mu tersenyum…
Karena kebahagian mu adalah kebahagiaan ku..
Dan jika aku pergi …
Aku tidak akan tenang dalam kepergianku sebelum engkau memaafkan ku..

Maka aku mohon maafkanlah citaa ..


Surat untuk mama tercinta

Created by : Cita(Citra sumarni)

Kisah sedih ketika kehilangan orang yang mencintai kita

kisah haru 2 :')

Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.
Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.
Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.
Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.
Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.
Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.
Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.
Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.
“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.
Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”
“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.
Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.
Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi,  ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.
Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.
Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.
Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.
Saat  pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.
Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.
Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya  dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.
Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.
Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.
Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.
Istriku Liliana tersayang,
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.
Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.
Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.
Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!
Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.
Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.
Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.
Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”
Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”
Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”
Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”
Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.

http://bundaiin.blogdetik.com/2011/10/07/kisah-inspirasi-untuk-para-istri-dan-suami/

Sabtu, 04 Februari 2012

Putus cinta ? buat apa ? ♥

Artikel Tips putus cinta ini akan membantu kamu dalam mengatasi putus cinta yang sedang menyiksa di hatimu.Siapa bilang di dunia ini terdapat cinta abadi? pasti kamu akan menyadari hal itu paa saat kamu telah putus cinta dari si dia .

Jatuh cinta memang terjadi karena  satu alasan. Tapi yang namanya putus cinta itu terjadi dengan berbagai alasan, contohnya :  selingkuh, nggak cocok,bohong, Salah paham dsb.Lalu jika itu terjadi…hanya ada 2 pilihan untuk mu.

1. Apakah kamu tetap akan merenung dan menyesalinya. Ataukah
2. berusaha mengatasi putus cinta tersebut agar kamu tiak selalu bersedih karena kehilangannya.

   jika kamu memilih pilihan pertama , maka pada saat putus cinta maka kamu lah yang banyak di rugikan sebabnya kamu akan terus berlarut dalam kesdihan yang tiada akhirnya yang dapat menggangu aktifitas mu, kebahagiaanmu ,dan bahkan mungkin dapat menyababkan kamu down . pada saat putus cinta kamu boleh lah untuk sedih , tapi hanya untuk sesaat saja, bukan untuk berlarut larut. buat apa, kamu menangisi semua yang sudah berlalu, itu takkan kembali lagi, lagian pula belum tentu mantan mu itu memikirkan kesedihan ini. yang pasti kamu ngga mau kan selalu terlarut dalam kesedihan mu, karena kamu hidup itu bukan untuk bersedih karena cinta. masih banyak hal yang lebih baik di bandingkan harus bersedih hanya karena cinta.so, sebaik nya kamu lebih memilih pilihan yang ke-2 .

Jika kamu memilih pilihan yang kedua berikut tipsnya, inilah yang harus kamu lakukan :
#Buang semua benda kenangan yang berhubungan dengan mantanmu. karena hal itu akan selalu mengingatkan mu padanya.kalo kamu sayang ngebuangnya yasudah kamu kasihkan ke saudara atau teman dekat mu saja
#hafus semua message yang bersifat romantis dari dia, karena itu hanya membuat mu sedih karena kamu tiak mendapakan sms romantis seperti itu lagi.
 # carilah kesibukan yang membuat anda memiliki banyak aktifitas sehingga kamu menjadi sibuk memikirkan aktifitasmu itu,sehingga kamu pun lupa untuk memikirkan mantanmu itu. dan jangan biarkanlah kamu melamun dan bengong ngga jelas untuk mengingat mantan mu , nanti yang ada kamu malah terlarut dalam kesdihan terus .
#buatlah hari hari mu selalu di penuhi dengan kesenangan sehingga kesedihanmu kalah untuk menguasaimu. misalnya: jalan jalan dengan teman, bercanda tertawa bareng sesuka hati dengan temanmu , atau menghabiskan waktu bersama orang orang terdekatmu seperti, keluarga, sahabat, teman dsb.
   
nahhh...  jika  kamu belum juga mengatasi putus cinta mu .yang terakhir adalah kamu harus move on or open heart , yaitu kamu harus membuka hati mu untuk orang lain yang mungkin lebih menyayangi mu di bandingkan dengan mantanmu, dengan begitu kamu akan memiliki pasangan baru lagi yang bisa membuat mu nyaman dengannya sehingga kamu dengan mudah dapat melupakan mantan mu itu. kamu jangan takut kalo kehabisan orang yang menyayangimu, di dunia ini buakn cuma ada dia masi banyak di luar sana yang bisa enyayangi mu dengan tulus. masa sih ngga ada yang bisa buat kamu utuk mebuka hati mu pasti ada laaaahhh...

#lalu,Kalau secara tidak sengaja tiba-tiba memikirkan dia. kamu alihkan saja pikiran kamu untuk memikirkan hal-hal yang jelek tentang dia , dengan begitu kamu akan merasa ilfeel dan males untuk memikirkannya.
    Jika kamu Pria baca nasihat cinta kepada lelaki pecundang berikut (hati-hati)

Jatuh cinta dan putus cinta itu memang sering terjadi! Kadang ada orang yang mampu dengan mudah mengatasi putus cinta dan mendapatkan belahan hatinya kembali. Namun sebagian besar membutuhkan tips putus cinta ini. Dan semoga tips ini dapat membuat mu berhenti dari kesedihan mu dan dapat melupakan dia yang telah membuat mu bersedih .

Vocabulary building


Back home

Vocabulary building

Affixes and roots

Adding affixes to existing words (the base or root) to form new words is common in academic English. Prefixes are added to the front of the base (like right arrow dislike), whereas suffixes are added to the end of the base (active right arrow activate). Prefixes usually do not change the class of the base word, but suffixes usually do change the class of the word.
The most common prefixes used to form new verbs in academic English are: re-, dis-, over-, un-, mis-, out-. The most common suffixes are: -ise, -en, -ate, -(i)fy. By far the most common affix in academic English is -ise.

Verbs

e.g. prefix + verb right arrow verb
Prefix Meaning Examples
re- again or back restructure, revisit, reappear, rebuild, refinance
dis- reverses the meaning of the verb disappear, disallow, disarm, disconnect, discontinue
over- too much overbook, oversleep, overwork
un- reverses the meaning of the verb unbend, uncouple, unfasten
mis- badly or wrongly mislead, misinform, misidentify
out- more or better than others outperform, outbid
be- make or cause befriend, belittle
co- together co-exist, co-operate, co-own
de- do the opposite of devalue, deselect
fore- earlier, before foreclose, foresee
inter- between interact, intermix, interface
pre- before pre-expose, prejudge, pretest
sub- under/below subcontract, subdivide
trans- across, over transform, transcribe, transplant
under- not enough underfund, undersell, undervalue, underdevelop
Exercise
^
e.g. Suffix used to form verbs with the meaning "cause to be".
Suffix Example
-ise stabilise, characterise, symbolise, visualise, specialise
-ate differentiate, liquidate, pollinate, duplicate, fabricate
-fy classify, exemplify, simplify, justify
-en awaken, fasten, shorten, moisten
Exercise
^

Nouns

The most common prefixes used to form new nouns in academic English are: co- and sub-. The most common suffixes are: -tion, -ity, -er, -ness, -ism, -ment, -ant, -ship, -age, -ery. By far the most common noun affix in academic English is -tion.
e.g. prefix + noun right arrow noun
Prefix Meaning Examples
anti- against anticlimax, antidote, antithesis
auto- self autobiography, automobile
bi- two bilingualism, biculturalism, bi-metalism
co- joint co-founder, co-owner, co-descendant
counter- against counter-argument, counter-example, counter-proposal
dis- the converse of discomfort, dislike
ex- former ex-chairman, ex-hunter
hyper- extreme hyperinflation, hypersurface
in- the converse of inattention, incoherence, incompatibility
in- inside inpatient,
inter- between interaction, inter-change, interference
kilo- thousand kilobyte
mal- bad malfunction, maltreatment, malnutrition
mega- million megabyte
mis- wrong misconduct, misdeed, mismanagement
mini- small mini-publication, mini-theory
mono- one monosyllable, monograph, monogamy
neo- new neo-colonialism, neo-impressionism
out- separate outbuilding,
poly- many polysyllable
pseudo- false pseudo-expert
re- again re-organisation, re-assessment, re-examination
semi- half semicircle, semi-darkness
sub- below subset, subdivision
super- more than, above superset, superimposition, superpowers
sur- over and above surtax
tele- distant telecommunications,
tri- three tripartism
ultra- beyond ultrasound
under- below, too little underpayment, under-development, undergraduate
vice- deputy vice-president
Exercise
^
e.g. Suffix added to a verb (V), noun (N) or adjective (A) right arrow noun
Suffix Meaning Examples
-tion
-sion
action/instance of V-ing alteration, demonstration
expansion, inclusion, admission
-er person who V-s
something used for V-ing
advertiser, driver
computer, silencer
-ment action/instance of V-ing development, punishment, unemployment
-ant
-ent
person who V-s assistant, consultant
student
-age action/result of V breakage, wastage, package
-al
action/result of V denial, proposal, refusal, dismissal
-ence
-ance

action/result of V preference, dependence, interference
attendance, acceptance, endurance

-ery/-ry action/instance of V-ing
place of V-ing
bribery, robbery, misery
refinery, bakery

Suffix Meaning Examples
-er person concerned with N astronomer, geographer
-ism doctrine of N Marxism, Maoism, Thatcherism
-ship state of being N friendship, citizenship, leadership
-age collection of N baggage, plumage

Suffix Meaning Examples
-ity state or quality of being A ability, similarity, responsibility, curiosity
-ness state or quality of being A darkness, preparedness, consciousness
-cy
state or quality of being A urgency, efficiency, frequency
Exercise
^

Adjectives

Many adjectives are formed from a base of a different class with a suffix (e.g. -less, -ous). Adjectives can also be formed from other adjectives, especially by the negative prefixes (un-, in- and non-).
The most common suffixes are -al, -ent, -ive, -ous, -ful, -less.
e.g. Suffix added to verbs or nouns right arrow adjective
Suffix Example
-al central, political, national, optional, professional
-ent different, dependent, excellent
-ive attractive, effective, imaginative, repetitive
-ous continuous, dangerous, famous
-ful beautiful, peaceful, careful
-less endless, homeless, careless, thoughtless
-able drinkable, countable, avoidable,
Exercise
^
e.g. negative + adjective right arrow adjective
Prefix Examples
un- unfortunate, uncomfortable, unjust
im-/in-/ir-/il- immature, impatient, improbable, inconvenient, irreplaceable, illegal
non- non-fiction, non-political, non-neutral
dis- disloyal, dissimilar, dishonest
Exercise

Mixed

e.g. base with both prefix and suffix
Adjectives: uncomfortable, unavoidable, unimaginative, inactive, semi-circular
Nouns: disappointment, misinformation, reformulation
^

Word formation

Formal written English uses nouns more than verbs. For example, judgement rather than judge, development rather than develop, admiration rather than admire.
There appeared to be evidence of differential treatment of children.
This is reflected in our admiration for people who have made something of their lives, sometimes against great odds, and in our somewhat disappointed judgment of those who merely drift through life.
All airfields in the country would be nationalised, and the government would continue with the development of new aircraft as recommended by the Brabazon Committee.
Associated with nominalisation is the occurrence of prepositional phrases, introduced by of:
judgment of those
treatment of children
development of new aircraft
-tion is the most common suffix used in this way. For example: alteration, resignation.
However others are: -ity ability, similarity, complexity; -ness blindness, darkness, preparedness; -ment development, encouragement; -ship friendship; -age mileage; -ery robbery, bribery; -al arrival; -ance assistance, resemblance.
^

TIPS Pacar tetap dekat dengan pasangannya

buat yang punya pacar gue punya beberapa tips nih , buat pacar kamu agar selalu dekat dengan mu :)
berikut ini tips yang pernah saya baca dari salah satu buku : 
 
oleh Citra Sumarni Al-Faldiyansyah pada 18 Desember 2011 pukul 22:24
 1. Menjadi diri sendiri
Karena tahu seorang cewek pernah menjadi seorang idola cowokmu, kamu lantas meniru gaya dan penampilan cewek yang disukai cowok itu , bahkan cara ngomongnya atau cara penampilannya dsb.pura pura menjadi orang lain adalah salah besar :D . itu justru mengurangi respect nya ke kamu . dan hubungan kamu mungkin bisa memburuk karena kamu tak mungkin bersikap pura pura terus selama menjalin asmara . aslinya pribadi kamu akan terlihat yang sebenernya . jadilah kamu yang apa adanya . yang harus kamu lakukan adalah meredam atau mengurangi sifat burukmu.

2. Biarkan dia merasa bersaing
Cowok ngga perlu respect dengan apa yang perlu didapatnya dengan mudah . biarkan dia tahu bahwa bukan dia yang suka sama kamu . kalo perlu sebut beberapa cowok lain yang pernah dan masih berusaha mendapatkan mu. Naluri bersaingnya akan bangkit . dan kamu akan lebih banyak mendapatkan perlakuan yang istimewa dengan nya. (so sweeet daah )

3. Belajar dari merpati (ini salah satu nasehat dari ibu gue )
Burung yang terlihat jinak ini selalu kabur kalau kamu ingin menyentuhnya. Mestinya begitu pula dengan kamu kepada cowok kamu . jangan gampang memberikan ciuman atau bahkan tubuh kamu . yang belakangan hanya boleh diberikan setelah menikah . dia akan merasa bahwa kamu adalah cewe yang “punya nilai” dan pantas jadi pendampingnya .tidak memberikannya kesempatan sama sekali untuk membelai atau mencium kening mu juga salah. Tapi untuk yang dua ini boleh lah . Dan tetapi yang selain ituh harus kalian berikan hanya pada momen istimewa.

4. Jangan umbar isi hati mu (ini salah satu kata ibu guru sama ibu gue juga )
Tutup sebagian cerita kamu kepadanya. Semakin sedikit dia tahu tentang kamu maka dia akan semakin penasaran ke kamu. Biarkan dia penasaran dan menggali lebih dalam. Tapi jangan terlalu cerita banyak. Semakin pintar kamu buat dia penasaran maka semakin bersemangat kamu memiliki hati nya .

So buat temen temen gue yang punya pacar jaga pacarnya baik baik yaaah…jangan sampai kalian keilangan orang yang kalian cintai. Oh iya “berpacaranlah yang layak dan sewajarnya yaaa” jangan sampai kalian terjerumus dan menumbuhkan penyesalan . long last buat kalian :*